Minggu, 22 Maret 2015

Penerimaan Siswa baru SMP Negeri 6 Cirebon



Puji syukur kehadirat Allah SWT. PPDB Tahun ini berjalan lancar, aman, tertib dan transparan. Berdasarkan Hasil Seleksi PPDB Online Kota Cirebon, tahun ini Passing Grade atau Nem Terendah untuk SMPN 6 Kota Cirebon adalah  25,600.

Selamat kepada para peserta seleksi PPDB Online yang lolos seleksi dan berhasil diterima di SMPN 6, semoga di SMPN 6 anda lebih bisa berprestasi lagi.

Selanjutnya kepada para peserta PPDB Online yang lolos seleksi diharapkan hadir pada 
Senin, 9 Juli 2012 untuk mengambil berkas pernyataan dan persyaratan dalam melakukan pendaftaran ulang yang akan di jadwalkan pada tanggal 10 -13 Juli 2012.

Adapun informasi detail mengenai nama-nama siswa yang diterima di SMPN 6 Kota Cirebon dapat dilihat pada link berikut ini  http://kotacirebon.siap-ppdb.com/seleksi/smp/#!/s/21001006/1.

Sekali lagi selamat kepada para peserta PPDB Online yang telah lolos seleksi.

Inilah Daftar hasil seleksi penerimaan siswa baru SMP Negeri 6 Cirebon

No
No Daftar
Nama
NA
1
42102000600560
27.95
2
42102000600564
27.80
3
42102000600148
27.65
4
42102000600015
27.30
5
42102000600563
27.15
6
42102000600130
26.90
7
42102000600202
26.60
8
42102000600320
26.60
9
42102000600555
26.55
10
42102000600164
26.50
11
42102000600078
26.45
12
42102000600208
26.45
13
42102000600450
26.45
14
42102000600114
26.40
15
42102000600116
26.40
16
42102000600549
26.35
17
42102000600481
26.35
18
42102000600099
26.30
19
42102000600442
26.25
20
42102000600516
26.25
21
42102000600451
26.15
22
42102000600433
26.10
23
42102000600117
26.10
24
42102000600074
26.05
25
42102000600343
25.95
26
42102000600027
25.95
27
42102000600033
25.90
28
42102000600047
25.85
29
42102000600273
25.80
30
42102000600184
25.75

Sekali lagi selamat Yaaa!
Mau download Buku Lengkap? klik disini

Senin, 09 Maret 2015

Barisan Deret & Pangkat Tak Sebenarnya

PANGKAT TAK SEBENARNYA.

A. Bilangan Rasional.

Definisi : , dengan a, b B dan b 0

B. Arti pangkat dan kali

Definisi pangkat : = a x a x a x a x . . . x a

Definisi kali : a x b = b + b + b + ... + b

A suku
C. Teorema-teorema Bilangan Berpangkat

1. Perkalian Bilangan Berpangkat

Jika a Q, dan n, m bilangan bulat positip maka :

x =

2. Pembagian Bilangan Berpangkat

Jika a Q, a 0, dan n, m bilangan bulat positip maka :

= dengan n m

3. Perpangkatan Bilangan Berpangkat

Jika a Q, dan n,m bilangan bulat positip maka :

( )m = =

4. Perpangkatan dari Bentuk Perkalian

Jika a,b Q, dan n bilangan bulat positip maka :

= x

5. Perpangkatan dari Bentuk Pembagian

Jika a,b Q, b 0, dan n bilangan bulat positip maka :

n =

6. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Berpangkat

a. Jika a, p, q Q dan n, m bilangan bulat positip dengan m n maka :

+ =

b. Jika a, p, q Q dan n, m bilangan bulat positip dengan m n maka :

- =

pam – qan = an(pam-n – q)

7. Pangkat Bilangan Bulat Negatip

Jika a Q, a 0, dan n bilangan bulat positip maka :

a-n =

8. Pangkat Nol

Jika a Q , dan a 0 maka : a0 = 1


D. Bentuk Akar dan Pangkat Pecahan.

1. Arti Bentuk Akar

a , bila a 0
=

-a , bila a 0

2. Teorema-teorema Bentuk Akar

a. Penyederhanaan Bentuk Akar

Jika a, b bilangan rasional positip maka :

= x

b. Perkalian Bentuk Akar

Jika a, b, c, d Q , b 0 dan d 0 maka :

a x c = ac

c. Penjumlahan Bentuk Akar

Jika a, b, c Q , dan c 0 , maka :

a + b = (a + b)
d. Penjumlahan Bentuk Akar

Jika a, b, c Q , dan c 0 , maka :

a - b = (a - b)

e. Pembagian Bentuk Akar

Jika a, b Q , dan a 0 , a 0 maka :

= atau =
E. Pangkat Pecahan

1. Teorema 1 :

=

2. Teorema 2 :

= = n

F. Merasionalkan Penyebut Suatu Pecahan

Prinsip Dasar :

1. Bentuk akar merupakan bilangan irrasional

Contoh : , + , - dll.

2. Pecahan bentuk akar juga bilangan irasional.

Contoh : ,

3. Bentuk-bentuk akar sekawan.

a. Sekawan dari adalah

b. Sekawan dari a + adalah a -

c. Sekawan dari + adalah -

4. Merasionalkan penyebut adalah mengalikan penyebut tersebut dengan pasangan

bentuk akar sekawannya.

Contoh :

a. = x = ()2 = a

b. a + = (a + ) x (a - ) = a2 - ( )2 = a2 - b

c. = x = =

d. = x = = = 3 - 6

e. = x = = = ( + )


Pola, Barisan, dan Deret Bilangan
Materi :: Pola, Barisan, dan Deret Bilangan
Kelas :: IX semester genap

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas apa aja sih ?
1) Pola Bilangan
2) Barisan Bilangan
3) Barisan dan Deret Aritmatika
4) Barisan dan Deret Geometri

***************************

1) Pola Bilangan

A. Pengertian  Pola bilangan yaitu susunan angka-angka yang mempunyai pola-pola tertentu.  Misalnya pada kalender terdapat susunan angka" baik mendatar, menurun, diagonal (miring).

B. Jenis dan Bentuk Pola Bilangan
a) Pola Bilangan Ganjil
o

o
o o

o
o
o o o

berikut pola titik" yang menyatakan suatu bilangan ganjil yang dinyatakan dengan banyak titik nya , yaitu 1, 3, 5, dst

b) Pola Bilangan Genap
o o

o
o o o

o
o
o o o o 

berikut pola titik" yang menyatakan suatu bilangan genap yang dinyatakan dengan banyak titik nya , yaitu 2, 4, 6, dst

c) Pola Bilangan Segitiga Pascal
(Bentuk Segitiga) >> diperoleh dari penambahan baris diatasnya ..

          1
       1 2 1
      1 3 3 1
     1 4 6 4 1 
   1 5 10 10 5 1
 1 6 15 20 15 6 1 ....

d) Pola Bilangan Persegi
o

o o
o o

o o o
o o o
o o o

... Pola bilangan persegi :: 1 , 4 , 9 , ... merupakan bilangan kuadrat dari bilangan asli . Un= n^2

e) Pola Bilangan Persegi Panjang
o o

o o o
o o o

o o o o
o o o o
o o o o
... Pola bilangan persegi panjang :: 2, 6, 12, ... Un = n(n+1)

f) Pola bilangan segitiga
Bentuk segitiga sama sisi >>

o

o
o o

o
o o
o o o

... Pola bilangan segitiga :: 1, 3, 6, 10, ... Un = n/2 (n+1)

2. Barisan Bilangan

Jenis-jenis barisan bilangan ::

a. Barisan Bilangan Genap
 Barisan: 2, 4, 6, 8, ...
Deret: 2 + 4 + 6 + 8 + …
Rumus Suku ke-n: Un = 2n
Jumlah n suku pertama: Sn = n² + n

2. Barisan Bilngan Ganjil 
Barisan: 1, 3, 5, 7, 9, …
Deret: 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + …
Rumus Suku ke-n: Un = 2n – 1
Jumlah n suku pertama: Sn = n²

3. Barisan Bilangan Persegi ( Kuadrat )
Barisan: 1, 4, 9, 16, 25, 36, …
Deret: 1 + 4 + 9 + 25 + 36 + …
Rumus Suku ke-n: Un = n²
Jumlah n suku pertama: Sn = 1/6 n( n + 1 )( 2n + 1 )

4. Barisan Bilngan Kubus ( Kubik )
Barisan: 1, 8, 27, 64, 125, 216, …
Deret: 1 + 8 + 27 + 64 + 125 + 216 + …
Rumus Suku ke-n: Un = n³
Jumlah n suku pertama: Sn = 1/4 n² ( n + 1 )²

5. Barisan Bilangan Segitiga
Barisan: 1, 3, 6, 10, 15, 21, …
Deret: 1 + 3 + 6 + 10 + 15 + 21 + …
Rumus Suku ke-n: Un = 1/2 n ( n + 1 )
Jumlah n suku pertama: Sn = 1/6 n ( n + 1 ) ( n + 2 )

6. Barisan Bilangan Persegi Panjang
Barisan: 2, 6, 12, 20, 30, 42, …
Deret: 2 + 6 + 12 + 20 + 30 + 42 + …
Rumus Suku ke-n: Un = n ( n + 1 )
Jumlah n suku pertama: Sn = 1/3 n ( n + 1 ) ( n + 2 )

7. Barisan Bilangan Balok
Barisan: 6, 24, 60, 120, …
Deret: 6 + 24 + 60 + 120 + …
Rumus Suku ke-n: Un = n ( n + 1 ) ( n + 2 )
Jumlah n suku pertama: Sn = 1/4 n ( n + 1 ) ( n + 2 ) ( n + 3 )

8. Barisan Bilangan Fibonacci
Barisan Bilangan Fibonacci adalah barisan yang nilai sukunya sama dengan jumlah dua suku di depannya.
Barisan:1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, …
Deret: 1 + 1 + 2 + 3 + 5 + 8 + 13 + 21 + 34 + …
Rumus Suku ke-n: Un = Un - 1 + Un – 2
 Jumlah n suku pertama: Sn = 2Un+U(n-1)-U2
C. Barisan dan Deret Aritmatika

1) Barisan Aritmatika
 Barisan Aritmatika adalah barisan dimana suku berikutnya diperoleh dengan cara menambahkan suatu bilangan tetap pada suku sebelumnya. Bilangan tetap itu disebut beda (b).
 Bentuk umum :: a , a+b , a+2b , a+3b , ... , a+(n-1)b
beda (b) = U2-U1 = U3-U2 = .... = Un-U(n-1)
Un = a+(n-1)b 
dengan :
a = suku pertama
b = beda ( selisih )
n = banyaknya suku
Un = suku ke-n yaitu suku terakhir

2) Deret Aritmatika
Deret aritmatika adalah jumlah semua suku pada barisan aritmatika. 
Bentuk umum :: a + (a+b) + (a+2b) + ... + a+(n-1)b
Jumlah n suku pertama deret aritmatika Sn , Sn = n/2 (a+Un) atau Sn = n/2 (2a+(n-1)b)

deret barisan aritmatika bermacam – macam, yang penting barisan yang di buat memenuhi syarat tersebut, contohnya adalah sebagai berikut : Deret: 1, 5, 9, 13, 17, …

dapatkah kawan – kawan meneruskannya ? iya’, mudah sekali,karena apa ? kita mengetahui polanya,yaitu mempunya beda 4,dan suku selanjutnya adalah 21, 25, … dan barisan aritmatika juga dapat kita batasi sendiri yang penting memenuhi syarat tadi…….

sebetulnya barisan aritmatika mempunya banyak macam, tapi kita anak smp hanyalah ini yang di ajari di sekolah, untuk sekedar pengayaan, ada juga aritmatika tingkat 2, kalau itu tadi tingkat 1.

secara umum dapat di tulis :

Rumus Suku ke-n : Un = an² + bn + c

tapi kita harus mencari dulu nilai a, b, dan c, hanya sebagai ilmu tambahan aja ^^ .. lain kali kita bahas ya :D

3. Sifat Barisan dan Deret Aritmetika

a) Jika U1, U2, U3, U4 -> barisan aritmetika maka berlaku :
>> 2 U2 = U1 + U3
>> U2+U3 = U1+U4

b) Hubungan antara Un dan Sn
Un = Sn - S(n-1)

c) Sisipan pada barisan artimatika
apabila diantara 2 suku disisipkan k buah suku sehingga terbentuk barisan aritmatika baru, maka beda suku baru setelah sisipan adalah : b' = b / (k+1) 
dengan :
b' = beda setelah sisipan
b = beda sebelum sisipan
k = banyak suku sisipan 

banyaknya suku baru setelah sisipan adalah: n' = n+(n-1)k 
dengan :
n' = banyak suku setelah sisipan
n = banyak suku sebelum sisipan
k = banyaknya suku sisipan

Jumlah n suku pertama sesudah sisipan adalah : Sn' = n'/2 (2a+(n'-1)b')

ex : Diantara 5 dan 50 disisipi 8 bilanagn sehingga membentuk barisan aritmatika. Tentukan barisan tersebut .. jawab : beda sebelum sisipan = b = 50-5 = 45 beda sesudah sisipan  b' = b / (k+1) = 45/(8+1) = 45/9 = 5 jadi barisan yg dibentuk : 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50.

4. Suku Tengah Aritmatika
Ut = (a+Un)/2
dengan :
Ut = suku tengah
Un = suku ke-n
a = suku pertama

D. Barisan dan Deret Geometri

1. Barisan Geometri
Barisan Geometri adalah suatu barisan bilangan dimana suku-suku berikutnya diperoleh dengan mengalikan suatu bilangan tetap pada suku sebelumnya. Bilangan tetap itu rasio (r)
Bentuk umum :: a , ar, ar^2 , ... , ar^(n-1)
r = U2/U1 = U3/U2 = ... = Un/U(n-1)
Un = ar^(n-1) 
dengan :
a = U1 = suku pertama
r = rasio
n = banyak suku

untuk r
untuk r>1 disebut geometri naik (barisan divergen)

2) Deret Geometri
Deret geometri adalah jumlah semua suku pada barisan geometri, 
Bentuk umum :: a + ar + ar^2 + ... + ar^(n-1).
Jumlah n suku pertama deret geo (Sn)
Sn = a[(r^n - 1)/(r-1)] , r>1
Sn = a[(1 - r^n)/(1-r)] , r

Jika nilai rasio (r) adalah 0 < r < 1 maka jumlah n suku sampai tak hingga adalah :
S~ =a/(1-r) dengan :
a= suku pertama
r = rasio

3. Sifat Barisan dan Deret Geometri
a) Jika U1, U2, U3, U4 adalah barisan geometri
>> (U2)^2 = U1 * U3
>> U1 * U4 = U2 * U3
b) Hubungan antara Un dan Sn
Un = Sn - S(n-1)
c) Sisipan pada barisan geometri
apabila diantara dua suku disisipkan k buah suku sehingga terbentuk barisan geometri baru maka rasio baru setelah sisipan adalah : r' = (k+1)'V(r) = (k+1) akar pangkat dari r
dengan:
r' = rasio setelah sisipan
r = rasio sebelum sisipan
k = banyaknya suku sisipan

banyaknya suku baru setelah sisipan adalah  n' = n+(n-1)k
dengan :
n' = banyaknya suku setelah sisipan
n = banyaknya suku sebelum sisipan
k = banyknya suku sisipan

jumlah n suku pertama setelah sisipan :
Sn' = a [{(r')^(n'-1)} / (r' - 1) ] , r'>1
Sn' = a[{1 - (r')^n} / (1-r') ] , r' < 1

4. Suku tengah geometri
Ut = V(a. Un)
Ut:suku tengah
a : suku pertama
Un: suku ke-n